Sabtu, 21 Maret 2015

MERAIH MIMPI
Oleh: Karimatul Millah (Lala)

Berawal saya menulis artikel ini terinspirasi dari mimpi-mimpi saya sendiri, yang saya sendiri tidak tahu semua mimpi tersebut akan jadi nyata atau tidak. Berbicara mimpi, pastinya semua orang mempunyai mimpi, bukan? Ya tentunya. Dan dari mimpi itu pula kita berusaha bagaimana hal tersebut dapat memungkinkan kita bisa meraihnya dengan cara apapun.
Saya mengagumi seorang wanita karir yang sukses. Dari situlah saya juga mempunyai mimpi seperti itu. Ketika saya berani bermimpi maka saya harus siap gagal alias kecewa. Bagaimanapun, gagal adalah bagian dari proses meraih mimpi. Ketika sukses nanti, dimana saya bisa bercerita tentang kegagalan yang dulu sambil tertawa. Yang penting adalah setia pada prinsip perjuangan sendiri. Pertama, saya harus yakin kalau apa yang saya perjuangkan sekarang adalah mimpi saya sendiri. Murni tanpa emosi ataupun dendam. Saya harus tahu ke arah mana harus berlari dan hadiah apa yang bisa saya dapatkan nanti.
Dalam meraih mimpi tersebut juga harus bisa mengenali hal-hal yang setidaknya dapat meraih mimpi itu dengan sempurna. Saya harus memegang 4 prinsip; bisa mengenali ego sendiri, gigih dalam memperjuangkan mimipi, bisa memaklumi kegagalan, dan lihailah melihat berbagai kemungkinan.
Semakin banyak kita bermimpi semakin banyak pula keinginan mimpi kita yang ingin menjadi nyata. Kita tidak tahu kapan mimpi kita bisa jadi nyata, dan dari situlah kita harus berusaha dan berjuang agar kita dapat mewujudkannya. Ada pula beberapa tokoh dan ahli yang mengatakan ”mimpi menjadi sebuah kunci utama meraih kesuksesan”. Apakah semua mimpi bisa menjadi sukses?
Dari angan-angan saya dan yang memotivasi saya untuk selalu menjadi lebih, dan sebuah keinginan kuat yang mendorong saya untuk menjadi yang terbaik. Saya harus yakin dari salah satu mimpi saya pasti bisa menjadi nyata dengan keinginan yang kuat. Jangan takut akan banyak mimpi, mimpi bisa membawa kita pada kesuksesan. Memang mimpi itu hal yang belum pasti, tapi jika kita meyakini mimpi itu bisa menjadi pasti kita harus memiliki banyak keinginan untuk meraih mimpi itu yang awalnya belum pasti dan suatu saat bisa menjadi pasti.
Yang awalnya mimpi-mimpi saya berawal dari mimipi-mimpi kecil dan semakin banyak keinginan mimpi itu bisa menjadi mimpi-mimpi besar, saya sendiri terlalu memikirkan mimpi-mimpi besar saya untuk bisa meraihnya. Ketika ada kesempatan sekecil apapun. Kesempatan untuk merealisasikan mimpi itu maka ambillah kesempatan itu. Seharusnya kita bangga jika mempunyai beberapa mimpi karena dengan mimpi-mimpi itu berarti kita memiliki keinginan dan berusahalah menunjukkan keinginan itu. Banggalah dengan hasil usaha kita sendiri jangan bangga dengan hasil orang lain dan jangan gampang bersandarlah kepada orang lain jika kita mampu seharusnya kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita.


Arosbaya, 21- Maret 2015
disampaikan pada kajian diskusi seni Sanggar Teater Layang-Layang Edisi 10_21 Maret 2015

Selasa, 03 Maret 2015

HARMONISASI KEHIDUPAN DI PEDESAAN
Oleh: Dian Aulia

Desa menyimpan banyak kenangan dalam benak orang-orang yang pernah berdiam dan tinggal di desa dalam kurun waktu yang lama, atau bagi mereka yang baru mengunjunginya, meski hanya sebentar saja. Di desa terlihat anak-anak yang sedang berangkat ke sekolah, di perjalanan mereka selalu bernyanyi, bercanda, tertawa, dengan menyusuri bukit yang tinggi dan lereng yang amat terjal berkelok.
Kehidupan di desa memiliki sejuta warna dan cerita yang penuh dengan kesederhanaan dan kebersamaan yang kental. Misalnya ketika hujan turun, anak-anak di desa selalu memasukkan sepatu ke dalam plastik agar tidak kotor dan memakainya ketika di sekolah. Susah, senang, mereka lalui bersama, walaupun banyak anak-anak dari kota yang mengejek karena seringkali menaiki mobil Pik-up atau mobil pengangkut sayur ketika hendak berangkat ke sekolah. Tapi meskipun begitu, mereka tetap bersabar walau hati kecilnya merasakan kesedihan yang amat mendalam dan menanggung rasa malu. Setiap sore anak-anak di desa menghabiskan waktu dengan bermain di suatu bukit yang sebelah kanan dan kirinya nampak jelas daerah perkebunan dan danau yang begitu indah. Ya, disanalah anak-anak desa berkumpul bersama, dengan membuat pesawat dari kertas mereka menyampaikan keinginannya dengan penuh harapan, kemudian melepasnya terbang ke angkasa. “Orang yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, namun ia tetap berusaha mencapai cita-citanya, karena itu biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita-citanya”.
Berpikir sejenak tentang “Kota”. Kehidupan di kota penuh dengan keramaian, semuanya serba modern, tetapi cuacanya panas, rawan banjir, dan banyak kendaraan bermotor. Itu menyebabkan banyak sekali polusi udara di perkotaan. Tapi mengapa orang lebih memilih hidup di kota daripada di desa? Bahkan, banyak sekali orang desa yang meninggalkan desanya untuk melangsungkan hidup di kota. Sedangkan sebagian masyarakat tampaknya telah memasuki tahap perkembangan kebudayaan yang modern. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan itu mempunyai “Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia”. Berbeda dengan di desa yang kebudayaannya mengandung nilai-nilai religius yang diyakini dan dijalankan oleh masyarakat desa. Seperti ketika Maulid Nabi Muhammad SAW dan Idul Fitri, masyarakat di desa berbondong-bondong membawa makanan ke makam untuk melakukan do’a bersama. Serasa indah jika berada di pedesaan, suasana yang hijau tidak tercemar oleh berbagai macam polusi udara, khususnya polusi pada kendaraan bermotor, ditambah suasana malam yang sudah pasti akan terasa semakin membahana jiwa.
Kebudayaan itu perlu dilestarikan, karena kebudayaan mengandung nilai-nilai yang luhur, dan suci. Jadi kebudayaan tidak boleh berubah dan tidak boleh diubah. Apabila terjadi perubahan kebudayaan, maka perubahan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam manusia itu sendiri, dan faktor yang berasal dari luar masyarakat. Mayoritas penduduk desa memiliki mata pencaharian sebagai kuli batu, dan petani. Kehidupan keagamaan yang sangat religious membuat hidup damai, penuh ketentraman, dan penuh kesabaran.

Klampis, 14 Februari 2015


Disampaikan pada kajian diskusi seni Sanggar Teater Layang-layang SMA Negeri 1 Arosbaya Edisi ke-6_ Sabtu, 14 Februari 2015

Minggu, 01 Maret 2015

Orang Bodoh Tak Sepenuhnya Gagal
Oleh: Nur Isnaini

Bicara orang bodoh, siapa yang tidak tahu?. Ya, demikian mereka (masyarakat) berpendapat tentang orang bodoh adalah orang yang tidak mengerti apa-apa. Tapi saya yakin di dunia ini tidak ada orang bodoh, hanya kemauan yang membuat mereka berbeda. Terlalu sering saya mendengar tentang wacana tentang orang bodoh, yang katanya orang tersebut suatu saat nanti hidupnya akan susah. Namun tetap saya katakan titik poinnya terletak pada kemauan yang membuat mereka berbeda. Tapi bagaimana cara agar tidak ada orang bodoh? Sedangkan sebaliknya, pintar, akan menjamin sebuah kemungkinan dan pasti hidupnya akan cerah di masa depan.
            Pintar memang harus, karena pintar jelas akan membuat masa depan cerah. Tapi bagaimanapun juga mereka orang yang pintar, sebelumnya mereka adalah orang yang bodoh, bukan? Artinya dia pasti mengalami masa-masa proses dan protes diri yang sulit demi memunculkan perubahan sikap baru darinya dan meninggalkan pola karakter lama yang mencerminkan dirinya bodoh. Di sisi lain, banyak juga orang pintar yang selalu meremehkan orang-orang bodoh. Bahkan komentar berlebihan yang menyudutkan sering terdengar ke permukaan. Alangkah baiknya, fenomena tersebut yang kesan kedengarannya bagi saya pribadi itu tidak baik, dan sebaiknya perlu dihilangkan dari prinsip cara pandang kita bersosialisasi satu sama lain di sebuah lingkungan masyarakat tertentu. Apa salahnya dia yang sudah dibekali ilmu pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan yang lain yakni kepada mereka yang lemah membantu pada segi dimana ia harus membagi sedikit ilmunya pada orang lain.
Pada bahasan mengenai “Orang Bodoh Tak Sepenuhnya Gagal”, Saya pribadi termasuk katagori lemah, tapi keinginan untuk maju besar. Mendengar obrolan orang-orang yang terus menerus menyudutkan orang bodoh bagi saya mereka terlalu berlebihan. Mereka pintar tapi tidak mau membantu orang bodoh. Apa salahnya jika membantu orang yang bodoh. Orang yang bodoh mereka yang masih dalam kesulitan. Kita tidak akan pernah rugi jika membantu orang yang kesulitan, bisa jadi kita akan beruntung dengan membantu orang yang dalam kesulitan. Orang yang bodoh pun mencari jalan untuk menghindari kesulitan.
            Kesimpulannya adalah jangan pernah meremehkan orang bodoh. Orang yang dianggap bodoh belum tentu dianggap manusia gagal oleh dunia. Karena hidup patokannya bukan angka saja. Kita tidak akan pernah tahu 10 bahkan 20 tahun yang akan datang, bisa jadi orang yang pintar apalagi orang yang sombong, yang sering meremehkan orang bodoh suatu saat nanti akan mengemis pekerjaan pada orang bodoh itu, karena orang pintar atau orang yang sombong akan kalah dengan orang yang beruntung




Arosbaya, 28 februari 2015

Disampaikan pada diskusi seni edisi ke-8, sanggar teater layang-layang SMA Negeri 1 Arosbaya