Minggu, 01 Maret 2015

Orang Bodoh Tak Sepenuhnya Gagal
Oleh: Nur Isnaini

Bicara orang bodoh, siapa yang tidak tahu?. Ya, demikian mereka (masyarakat) berpendapat tentang orang bodoh adalah orang yang tidak mengerti apa-apa. Tapi saya yakin di dunia ini tidak ada orang bodoh, hanya kemauan yang membuat mereka berbeda. Terlalu sering saya mendengar tentang wacana tentang orang bodoh, yang katanya orang tersebut suatu saat nanti hidupnya akan susah. Namun tetap saya katakan titik poinnya terletak pada kemauan yang membuat mereka berbeda. Tapi bagaimana cara agar tidak ada orang bodoh? Sedangkan sebaliknya, pintar, akan menjamin sebuah kemungkinan dan pasti hidupnya akan cerah di masa depan.
            Pintar memang harus, karena pintar jelas akan membuat masa depan cerah. Tapi bagaimanapun juga mereka orang yang pintar, sebelumnya mereka adalah orang yang bodoh, bukan? Artinya dia pasti mengalami masa-masa proses dan protes diri yang sulit demi memunculkan perubahan sikap baru darinya dan meninggalkan pola karakter lama yang mencerminkan dirinya bodoh. Di sisi lain, banyak juga orang pintar yang selalu meremehkan orang-orang bodoh. Bahkan komentar berlebihan yang menyudutkan sering terdengar ke permukaan. Alangkah baiknya, fenomena tersebut yang kesan kedengarannya bagi saya pribadi itu tidak baik, dan sebaiknya perlu dihilangkan dari prinsip cara pandang kita bersosialisasi satu sama lain di sebuah lingkungan masyarakat tertentu. Apa salahnya dia yang sudah dibekali ilmu pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan yang lain yakni kepada mereka yang lemah membantu pada segi dimana ia harus membagi sedikit ilmunya pada orang lain.
Pada bahasan mengenai “Orang Bodoh Tak Sepenuhnya Gagal”, Saya pribadi termasuk katagori lemah, tapi keinginan untuk maju besar. Mendengar obrolan orang-orang yang terus menerus menyudutkan orang bodoh bagi saya mereka terlalu berlebihan. Mereka pintar tapi tidak mau membantu orang bodoh. Apa salahnya jika membantu orang yang bodoh. Orang yang bodoh mereka yang masih dalam kesulitan. Kita tidak akan pernah rugi jika membantu orang yang kesulitan, bisa jadi kita akan beruntung dengan membantu orang yang dalam kesulitan. Orang yang bodoh pun mencari jalan untuk menghindari kesulitan.
            Kesimpulannya adalah jangan pernah meremehkan orang bodoh. Orang yang dianggap bodoh belum tentu dianggap manusia gagal oleh dunia. Karena hidup patokannya bukan angka saja. Kita tidak akan pernah tahu 10 bahkan 20 tahun yang akan datang, bisa jadi orang yang pintar apalagi orang yang sombong, yang sering meremehkan orang bodoh suatu saat nanti akan mengemis pekerjaan pada orang bodoh itu, karena orang pintar atau orang yang sombong akan kalah dengan orang yang beruntung




Arosbaya, 28 februari 2015

Disampaikan pada diskusi seni edisi ke-8, sanggar teater layang-layang SMA Negeri 1 Arosbaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar