Saya Dan Jatuh Cinta
Oleh:
Rosiyanto
Awal sebelum saya mengenal jatuh
cinta, saya dibayang-bayangi oleh rasa takut akan jatuh cinta pada seseorang
suatu saat nanti. Saya mulai berfikir pada waktu itu. Saya yang memiliki banyak
kekurangan dan sedikit kelebihan
membayangkan, apakah saya pantas untuk jatuh cinta. Saya membayangkan
ketika saya jatuh cinta nantinya. Saya takut akan disakiti, ditinggalkan,
ditolak, dipermalukan, dikhianati, atau dicaci maki atas kekurangan yang saya
miliki. Saya tidak mengerti mengapa ada pikiran semacam itu yang singgah diotak
saya ketika saya mengenal jatuh cinta nanti. Padahal belum seorangpun yang ada pikirkan
saya pada waktu itu. Tapi ketakutan-ketakutan itu sudah muncul bahkan melebihi
pikiran yang saya pikirkan ketika saya jatuh cinta suatu saat nanti. Aneh saya
bilang. Perasaan takut akan jatuh cinta yang terus membayangi pikiran saya dan tidak
kunjung hilang. Baru kali ini saya merasa tertekan oleh permasalahan yang bukan
masalah menurut saya. Perasaan ditekan perasaan. Dan entah dengan cara apa yang
harus saya lakukan untuk menghilangkan dan mengakhiri rasa takut itu supaya
tidak berkepanjangan.
“Jatuh
cinta”, ya, dua kata yang membuat saya merasa tertekan pada waktu itu. Entah
sampai kapan perasaan itu akan hilang dari pikiran saya, dan apa yang membuat
perasaan itu tidak kunjung hilang dari pikiran dan jiwa saya. Mengapa ada yang
namanya jatuh cinta dan apa pentingnya jatuh cinta bagi diri, dan masa depan
saya nantinya. Bukankah saya sudah cukup memiliki teman dan sahabat yang setiap
hari ada untuk saya, atau hal-hal yang membuat saya selalu senang dan bahagia.
Saya sadar, setelah saya mulai
merasakan jatuh cinta. Ternyata masih ada sesuatu yang mengantarkan saya jauh,
dan belum ada dipikiran saya sebelumnya. Pikiran yang dulu pernah saya ciptakan
dengan ketakutan saya tentang jatuh cinta ternyata itu semua salah. Ada sesuatu
yang membuat saya merasakan jauh lebih bahagia dari pada hidup cuman sendiri.
Dan saya mulai mengabaikan rasa takut dan kwatiran saya akan jatuh cinta yang
dulu pernah saya rasakan sebelum saya mengenal jatuh cinta, dan saya ingin
mengenal jatuh cinta itu dengan lebih dekat dan tidak dibayang-bayangi lagi
dengan rasa takut dan kwatir akan jatuh cinta. Sebab saya ingin merasakan jatuh
cinta itu lebih dari sekedar cerita yang saya tulis ini, bahkan saya ingin
menjelajahinya dan menjadi cerita perjalanan hidup saya, yang sayang bila saya
kenang cuman sendiri.
Sepulu, 17 Januari 2015
Disampaikan pada kajian diskusi seni
Sanggar Teater Layang-Layang SMA Negeri 1 Arosbaya_edisi 2
Rosiyanto, Anggota Sanggar Teater Layang-layang SMAN 1 Arosbaya. memiliki hobi memelihara hewan unggas.
Rosiyanto, Anggota Sanggar Teater Layang-layang SMAN 1 Arosbaya. memiliki hobi memelihara hewan unggas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar